Menjalin Cinta Dalam Sistem Demokrasi Indonesia

Editor : |

Selasa, 25 Juni 2019 - 02:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dalam persoalan politik lebih tepatnya disebut penganut Demokrasi Pancasila, karena pada dasarnya segala nilai-nilai Perbedaan yang terkandung dalam Demo Dan Kratos tersebut, berlandaskan Nilai dan prinsip yang termaktub dalam tiap-tiap butir Pancasila.

Menurut Guru besar Universitas Tarumanagara Prof.Drs.C.S.T Kansil,S.H Demokrasi Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, yang merupakan sila keempat dari dasar Negara Pancasila seperti yang tercantum dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945.

Melihat nilai yang terkandung dalam Pancasila, tidak ada bentuk kontroversi dengan realitas bangsa yang serba ber-bhinneka, Bahkan Masalah ideologi Negara sudah Selesai diperbincangkan, Dan para pendiri bangsa telah rela Menjadikan Pancasila sebagai Ideologi/Falsafah Negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaan hidup yang berdemokrasi, perbedaan adalah bentuk kewajaran dalam Negara yang besar, yang memiliki penduduk melebihi 250 Juta jiwa.
Perbedaan, bukanlah objek yang patut disengketakan, atau malah dipertentangkan, Tapi Perbedaan adalah keragaman berpikir, dan corak dari negara besar yang sepantasnya dijadikan alat toleransi, antara suku,agama ras dan budaya.

Seperti halnya Menurut W.J.S Purwadarminta (Tokoh Sastra Indonesia) sikap toleransi adalah sikap menenggang berupa menghargai dan memperbolehkan suatu pendapat atau pandangan yang berbeda.

Dari persoalan politik, tak ada 1 petunjuk dalam Pancasila yang menyeru warga negara untuk saling menggunjing, menghujat satu sama lain, justru malah di ajak untuk tetap satu langkah dan tujuan dalam membangun Indonesia (Bhineka Tunggal Ika).

Indonesia sangat jelas berbeda dari Negara yang lain, mereka Negara Arab misalnya, Penduduk nya berbahasa Arab, Namun Indonesia merupakan 1 negara tapi memiliki berbagai keragaman suku dan budaya (Batak,Jawa, Melayu, Aceh, Gayo, Mandailing dsb).
Ini adalah bukti, perbedaan adalah aset kita, yang harusnya saling berinteraksi dengan penuh Cinta, bukannya malah dipersibukkan mencibiri sedikit perbedaan yang ada.

Ditulis Oleh
-Arwan Syahputra (Koordinator Aktivis Millenials Medang Deras Kab. Batu Bara)

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Pendidikan Politik Oleh : Firmansah Koesyono Efendi , Dosen Muda Institut Turatea Indonesia
Politik Dan Kebijakan Pendidikan
Kaum Milenial Memilih Pemimpin Milenial
IDUL QURBAN, KORUPSI DAN ARSIP
Keberhasilan Pemimpin Diukur dari Kemampuan
Pj Sekprov Sulsel Hadiri Pelantikan dan Raker DPW KKP
Puasa Mengandung The Power of Hope
Hardiknas 2021 Di tengah Pandemi Covid-19

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 23:38 WITA

Rangkaikan Konsolidasi, DPW JOIN Sulsel Gelar Halal Bihalal

Senin, 17 Juni 2024 - 18:28 WITA

Pererat Tali Silaturahmi, Pj Bupati dan Pj TP PKK Open House Rujab Bantaeng

Senin, 17 Juni 2024 - 18:24 WITA

Pj Bupati Bantaeng Laksanakan Shalat Idul Adha bersama Ribuan Masyarakat di Mesjid Agung

Senin, 17 Juni 2024 - 12:46 WITA

Sholat Ied Adha di Mesjid Agung, PJ Bupati Jeneponto: Sikap Tauladan Ikhlas Berkorban

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:43 WITA

Ketersediaan Kantong Darah Menipis, PMI Jeneponto Gelar Donor Darah

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:07 WITA

Tingkatkan Hasil Pertanian, PJ Bupati Jeneponto Serahkan Bantuan Pompa Air

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:50 WITA

Resmikan Gedung Kanwil Kemenkumham Sulsel, Menkumham Tekankan ini! 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 08:11 WITA

Optimalkan JAMSOSTEK, Pj Bupati Bantaeng Tandatangani Nota Kesepakatan

Berita Terbaru