Petani Bawang Putih Terancam Merugi Gegara Ini

Editor : |

Selasa, 9 Juli 2019 - 13:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTAENG – Program pengembangan bawang putih disinyalir merugikan petani di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Pasalnya para petani mengeluhkan bibit yang disediakan pihak rekanan PT KSN, banyak yang rusak. Hal itu diakui petani di desa setempat, Muh Yusuf.

Dia menyebut, program kerjasama dengan kelompok tani menggunakan pola kemitraan atau bagi hasil yang ditawarkan pihak rekanan itu, sangat mengkhawatirkan. Sebab bisa merugi karena berpotensi gagal panen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bibit yang diterima banyak yang rusak, sarana dan prasarana penunjang yang dijanjikan seperti Pestisida, pupuk dan lain-lain, juga belum diberikan,” ujarnya, Selasa, 9 Juli 2019.

“Padahal umur tanaman bawang putih yang saya tanam sudah 15 hari. Bila tidak diberi pestisida tidak ada yang bisa dipanen,” tuturnya.

Bagi Yusuf, jika program ini tidak ditangani serius, maka di lahannya, dia bakal mengganti dengan tanaman lain.

Sementara itu, Koordinator pendamping kegiatan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Lamalaka, Kasmawaty menyebut, dirinya telah berikan arahan kepada anggotanya untuk menindaklanjuti keluhan petani bawang putih di desa tersebut.

“Padahal saya sudah arahkan Yunus (anggota pendamping kegiatan BPP) untuk mengambil puluk komposnya petani di Balai Benih Muntea. Namun menurut Yunus, pendamping terkendala operasional dan faktor cuaca yang sering hujan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, program ini bukan hanya dilakukan di Desa Kayu Loe saja, ternyata tersebar di beberapa daerah di Kabupaten Bantaeng. Sekira 150 hektar lahan digunakan untuk melangsungkan program itu.

Sementara dari pihak rekanan, PT KSN, Hendra Asmara menyebut pihaknya bakal melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu.

Dia menyebut, untuk di Desa Kayu Loe, bibit bawang putih yang diberikan itu, merupakan permintaan petani.

“Kami akan adakan rapat kordinasi sama petani. Dan masalah benih yang sudah di tanam, itu permitaan petani sendiri. Mereka sepertinya buru-buru karena lahannya sudah siap,” imbuhnya.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Pererat Tali Silaturahmi, Pj Bupati dan Pj TP PKK Open House Rujab Bantaeng
Pj Bupati Bantaeng Laksanakan Shalat Idul Adha bersama Ribuan Masyarakat di Mesjid Agung
Sholat Ied Adha di Mesjid Agung, PJ Bupati Jeneponto: Sikap Tauladan Ikhlas Berkorban
Tingkatkan Hasil Pertanian, PJ Bupati Jeneponto Serahkan Bantuan Pompa Air
Optimalkan JAMSOSTEK, Pj Bupati Bantaeng Tandatangani Nota Kesepakatan
Pemkab Bantaeng Raih Penghargaan Anubhawa Sasana Dari Kemenkumham
Pemkab Bantaeng Sambut Peserta Stula PPSDM Regional Makassar
PPS Maccini Baji Buka Pendaftaran untuk Calon Petugas Pantarlih

Berita Terkait

Senin, 17 Juni 2024 - 18:28 WITA

Pererat Tali Silaturahmi, Pj Bupati dan Pj TP PKK Open House Rujab Bantaeng

Senin, 17 Juni 2024 - 18:24 WITA

Pj Bupati Bantaeng Laksanakan Shalat Idul Adha bersama Ribuan Masyarakat di Mesjid Agung

Senin, 17 Juni 2024 - 12:46 WITA

Sholat Ied Adha di Mesjid Agung, PJ Bupati Jeneponto: Sikap Tauladan Ikhlas Berkorban

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:43 WITA

Ketersediaan Kantong Darah Menipis, PMI Jeneponto Gelar Donor Darah

Minggu, 16 Juni 2024 - 10:02 WITA

KPU Jeneponto Gelar Peluncuran Pilkada 2024, Masyarakat Antusias Sambut Pesta Demokrasi

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:50 WITA

Resmikan Gedung Kanwil Kemenkumham Sulsel, Menkumham Tekankan ini! 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 08:11 WITA

Optimalkan JAMSOSTEK, Pj Bupati Bantaeng Tandatangani Nota Kesepakatan

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:07 WITA

Pemkab Bantaeng Raih Penghargaan Anubhawa Sasana Dari Kemenkumham

Berita Terbaru