Polisi Beberkan Dua Kasus Korupsi, Satu Terkait Penyalahgunaan Dana Desa

Editor : |

Kamis, 8 Agustus 2019 - 19:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bulukumba – Unit Tipikor Polres Bulukumba, sedang melakukan penyelidikan terhadap dua kasus dugaan korupsi pada lingkup Pemkab Bulukumba tahun 2019 ini.

Kasus korupsi itu yakni proyek pembangunan jembatan sungai Bialo dan anggaran dana desa (ADD). Diketahui anggaran kedua kasus ini mencapai belasan miliar rupiah.

Dugaan korupsi Anggaran Dana Desa diketahui mencapai Rp 1,5 miliar dan proyek pengerjaan jembatan sungai bialo mencapai Rp 10 miliar tahap awal atau pada tahun 2017.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanit Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Ahmad Fatir mengatakan, khusus dana desa sudah ada indikasi kerugian negara didalamnya sebesar Rp700 juta dari total anggaran yang ada.

Dia menyebut, anggaran itu sudah cair 100 persen, hanya saja pengerjaannya terbilang mandek. Seperti pada proyek Taman Kanak-kana (TK), talud dan lapangan sepak bola hingga kini tak menuai hasil.

“Ini khusus Desa Kindang. Kita sudah periksa bagi pihak yang bertanggungjawab. Kalau pak desa belum, mungkin selanjutnya menyusul,” ujar Bripka Ahmad Fatir, Kamis, 8 Agustus 2019.

Proses penyelidikan dugaan kasus korupsi pada Desa Kindang ini, kata dia, merujuk pada laporan warga setempat. Alhasil ditemukan ada yang tidak beres. “Sebab, cair anggaran hanya pekerjaan belum rampung,” katanya.

Selain dana desa, lanjutnya, kasus yang sedang dalam proses penyelidikan adalah proyek jembatan sungai bialo tahap pertama. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada kerugian negara.

“Kami masih pelajari. Saya tidak bisa pastikan ada kerugian negara atau tidak. Karena hasil kerugian itu berdasarkan hasil audit BPKP. Nah, ini belum dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, kasus korupsi yang ditangani Polres Bulukumba, namun sudah dinyatakan selesai yakni proyek cor beton Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.

Jumlah tersangka dalam kasus itu sebanyak lima orang. Termasuk bos perusahaan PT Air Argus, bernama Amri.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Polres Bulukumba Musnahkan Barang Bukti Narkoba Perkara RJ.
Beli Sabu Via Instagram, Dua Pria di Bulukumba Diamankan Polisi
Soal Dana Hibah KONI, Zul Majjaga: Biarkan Kejari Bekerja, Supaya Proses yang Berbicara
Saling Ejek di Medsos Jadi Motif Penganiyaan Sadis di Bulukumba
Polisi di Bulukumba, Amankan 2 anggota Geng Motor Asal Bantaeng
Polisi Amankan Terduga Pelaku Penikaman di Pasar Tua
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencurian HP Dengan Berbagai Modus
Ungkap Kasus Curnak, Kapolres Bulukumba Gelar Konfrensi Pers

Berita Terkait

Senin, 17 Juni 2024 - 18:28 WITA

Pererat Tali Silaturahmi, Pj Bupati dan Pj TP PKK Open House Rujab Bantaeng

Senin, 17 Juni 2024 - 18:24 WITA

Pj Bupati Bantaeng Laksanakan Shalat Idul Adha bersama Ribuan Masyarakat di Mesjid Agung

Senin, 17 Juni 2024 - 12:46 WITA

Sholat Ied Adha di Mesjid Agung, PJ Bupati Jeneponto: Sikap Tauladan Ikhlas Berkorban

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:43 WITA

Ketersediaan Kantong Darah Menipis, PMI Jeneponto Gelar Donor Darah

Minggu, 16 Juni 2024 - 10:02 WITA

KPU Jeneponto Gelar Peluncuran Pilkada 2024, Masyarakat Antusias Sambut Pesta Demokrasi

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:50 WITA

Resmikan Gedung Kanwil Kemenkumham Sulsel, Menkumham Tekankan ini! 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 08:11 WITA

Optimalkan JAMSOSTEK, Pj Bupati Bantaeng Tandatangani Nota Kesepakatan

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:07 WITA

Pemkab Bantaeng Raih Penghargaan Anubhawa Sasana Dari Kemenkumham

Berita Terbaru