Kerusuhan antar Warga dan Mahasiswa Papua di Makassar, Gubernur Sulsel Sebut Pemicunya

Editor : |

Senin, 19 Agustus 2019 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan taktis lapis baja milik kepolisian tiba di lokasi.

Kendaraan taktis lapis baja milik kepolisian tiba di lokasi.

MAKASSAR – Suasana pascakeributan antar kelompok di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Senin, 19 Agustus 2019 perlahan sudah kondusif.

Hingga pukul 20.30 Wita, Brimob Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar sudah tiba di lokasi demi mengurai kerusuhan tersebut.

Sejumlah kendaraan taktis lapis baja milik kepolisian tiba di lokasi. Tampak mobil tersebut disiagakan untuk kembalinya terjadi aksi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara beberapa personel berseragam lengkap turut mengamankan lokasi. Para personel tampak menenteng senjata laras panjang bersiaga mengamankan lokasi.

Sementara tampak puluhan pasukan orange petugas kebersihan membersihkan bekas sisa-sisa pecahan kaca di Asrama Papua. Tak hanya itu, petugas pemadam kebakaran juga menyiram sepanjang Jalan bekas sisa batu yang berserakan.

Diketahui aksi saling kejar itu berlangsung sekira pada pukul 07.00 Wita, pagi tadi. Seperti diketahui, peristiwa itu adalah buntut dugaan perlakukan diskriminatif terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, hingga terjadi demonstrasi yang berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat. Di sana massa membakar kantor DPRD Manokwari.

Gubernur Nurdin Abdullah Datangi Lokasi Bentrokan

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mendatangi lokasi bentrokan mahasiswa dengan warga di Asrama Papua. Dia pun mengungkapkan bahwa sempat terjadi kesalahpahaman antara warga dan mahasiswa Papua.

“Yang terjadi barusan kesalahpahaman, ada sekelompok orang datangi asrama sampaikan ke mahasiswa Papua akan aman di Makassar. Ternyata mahasiswa malah mengusir. Ini pemicunya,” kata Nurdin di lokasi.

Dia mengatakan polisi akan disiagakan untuk menjaga di sekitar asrama. “Tidak dievakuasi, hanya dilakukan penjagaan sekitar asrama untuk jamin keamanan,” tuturnya.

Saat ini tiga akses jalan menuju asrama ditutup. Garis polisi radius satu kilometer menuju asrama dipasang di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Jalan Rusa dan Jalan Anuang.

Pemerintah pusat hingga daerah meminta agar semua pihak menahan diri.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Rangkaikan Konsolidasi, DPW JOIN Sulsel Gelar Halal Bihalal
Pererat Tali Silaturahmi, Pj Bupati dan Pj TP PKK Open House Rujab Bantaeng
Pj Bupati Bantaeng Laksanakan Shalat Idul Adha bersama Ribuan Masyarakat di Mesjid Agung
Sholat Ied Adha di Mesjid Agung, PJ Bupati Jeneponto: Sikap Tauladan Ikhlas Berkorban
Ketersediaan Kantong Darah Menipis, PMI Jeneponto Gelar Donor Darah
KPU Jeneponto Gelar Peluncuran Pilkada 2024, Masyarakat Antusias Sambut Pesta Demokrasi
Tingkatkan Hasil Pertanian, PJ Bupati Jeneponto Serahkan Bantuan Pompa Air
Resmikan Gedung Kanwil Kemenkumham Sulsel, Menkumham Tekankan ini! 

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 23:38 WITA

Rangkaikan Konsolidasi, DPW JOIN Sulsel Gelar Halal Bihalal

Senin, 17 Juni 2024 - 18:28 WITA

Pererat Tali Silaturahmi, Pj Bupati dan Pj TP PKK Open House Rujab Bantaeng

Senin, 17 Juni 2024 - 18:24 WITA

Pj Bupati Bantaeng Laksanakan Shalat Idul Adha bersama Ribuan Masyarakat di Mesjid Agung

Senin, 17 Juni 2024 - 12:46 WITA

Sholat Ied Adha di Mesjid Agung, PJ Bupati Jeneponto: Sikap Tauladan Ikhlas Berkorban

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:43 WITA

Ketersediaan Kantong Darah Menipis, PMI Jeneponto Gelar Donor Darah

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:07 WITA

Tingkatkan Hasil Pertanian, PJ Bupati Jeneponto Serahkan Bantuan Pompa Air

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:50 WITA

Resmikan Gedung Kanwil Kemenkumham Sulsel, Menkumham Tekankan ini! 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 08:11 WITA

Optimalkan JAMSOSTEK, Pj Bupati Bantaeng Tandatangani Nota Kesepakatan

Berita Terbaru