Polemik Lonsum VS Pemangku Adat Ammatoa,Ini yang Dibahas

Editor : |

Kamis, 22 Agustus 2019 - 11:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PUBLIKASIONLINE.CO,—Tim Agraria Komnas HAM RI menginisiasi pertemuan dengan Masyarakat Adat Ammatoa Kajang, AGRA Cabang Bulukumba, beserta LBH Makassar untuk membahas penyelesaian konflik agraria secara konprehensif, antara Masyarakat Adat Ammatoa Kajang melawan PT. Lonsum. Kamis, (22/8/2019).

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah Pemangku Adat dari Ammatoa Kajang, masyarakat penggugat, LBH Makassar, dan Pimpinan AGRA Bulukumba di Kantor Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Cabang Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Tim Agraria Komnas HAM, Nisa menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran mereka di Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini merupakan agenda penyelesaian kasus konflik Agraria yang terjadi di Bulukumba. Khusunya konflik antara Masyarakat Adat Ammatoa Kajang dengan PT. Lonsum,” ujarnya.

Selanjutnya, diberikan kesempatan kepada peserta pertemuan untuk menjelaskan peta konflik antara masyarakat adat dengan PT.Lonsum.

Salah satu pimpinan AGRA Bulukumba, Amir sekaligus bagian dari Masyarakat Adat Ammatoa Kajang menjelaskan sejarah perampasan lahan oleh penjajah Belanda hingga berganti nama menjadi PT. Lonsum.

“Tindakan kriminalisasi, pemukulan, pengrusakan tanaman beserta pembongkaran secara paksa oleh pihak PT. Lonsum, bahkan pemukulan oleh pihak Kepolisian dari Polsek Ujung Loe semua telah terjadi. Kasus ini sudah sangat lama dan kami berharap ini segera dapat ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Sementara itu, Tim LBH Makassar, Edy Kurniawan Wahid menjelaskan, poin mengenai pelangaran yang dilakukan oleh PT. Lonsum.

“Pelanggaran yang dimaksud menyangkut soal tidak adanya Izin Usaha Perkebunan, Izin Lingkungan dan beberapa izin-izin yang lain yang seharusnya dimiliki oleh PT. Lonsum selama ini,” pungkasnya.

Terakhir, Tim Agraria Komnas HAM  berjanji akan segera memproses kasus tersebut.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Ambiyar! Bertajuk Si KATAN, KPU Bantaeng Gelar Peluncuran Pilkada 2024
Insiden Penembakan di Afghanistan, 3 Turis Spanyol Tewas
Klarifikasi Pelayanan Pasien RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng Dituding Tidak Profesional
Menuai Pujian Aktivis, 3 Pejabat Sulsel Ditengah Bencana Di Luwu
Civitas Akademika Unismuh Makassar Gelar Aksi Bela Palestina
Briptu AD Terduga Pelaku Penganiayaan Anak, Dalam Pengawasan Propam
Berikut Data Warga Meninggal Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Luwu
3.000 Warga di Kecamatan Latimojong Masih Terisolasi, Distribusi Bantuan Terkendala 

Berita Terkait

Sabtu, 22 Juni 2024 - 13:21 WITA

Cegah Kecelakaan Kerja, Huadi Group Terus Update SDM Operator

Sabtu, 22 Juni 2024 - 13:17 WITA

Pemkab Akui Peran Polres dan Huadi Group Bantu Warga Bantaeng

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:45 WITA

PKB Bantaeng Solid Kawal Ilham Azikin di Pilkada 2024

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:00 WITA

PJ Bupati Bantaeng Konsultasi dengan KASN Terkait Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi

Jumat, 21 Juni 2024 - 06:32 WITA

Menhan Prabowo Subianto Terima Penghargaan ini dari Polri

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:08 WITA

Jelang Konferensi, Ketua BEM FEB Unismuh Serukan Semangat Sinergi 

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:37 WITA

Dari Inggris, Qalby Tiba di Jeneponto Langsung Tancap Gass ke Bangkala dan Rumbia

Rabu, 19 Juni 2024 - 13:41 WITA

Pj Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng, Hadiri Wisuda Akbar BKPRMI 

Berita Terbaru

News

PKB Bantaeng Solid Kawal Ilham Azikin di Pilkada 2024

Jumat, 21 Jun 2024 - 23:45 WITA