Terbukti Korupsi,Kepsek dan Bendahara MTs di Bantaeng “OTEWE” ke Bui

Editor : |

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 08:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIBLIKASIONLINE.CO– Kasi Intel Kejari Bantaeng, Budiman Setyawan mengatakan bahwa perkara korupsi dana BOS pada MTs Muta’alim Moti yang melibatkan Kepala Sekolah dan Bendahara telah putus pada persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi, ruang Cakra, Pengadilan Negeri Makassar dengan putusan kurungan satu tahun bui dan uang pengganti sebesar Rp 214 juta.

“Perkara Tipikor MTs Mu’taalim Moti Bantaeng putus satu tahun bui dan uang pengganti sebesar 214 juta. Dilaksanakan sidang putusan atas nama terdakwa Abdul Malik dan Halimah dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan atau penyimpangan dana BOS pada MTs Muta’alim Moti, Kecamatan Gantarang Keke, Kabupaten Bantaeng tahun 2014 – 2015,” kata Budiman dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Jumat, 23 Agustus 2019.

Budiman menjelaskan dalam perkara ini, terdakwa melakukan penyimpangan dana BOS yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 214.327.950. Pasalnya terdakwa tidak membayarkan gaji guru, honor wali kelas dan honor kegiatan ekstrakurikuler. Serta adanya nota-nota fiktif untuk pembelian alat tulis kantor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepsek MTs Muta’alim Moti, Abdul Malik (tengah).Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dana BOS

Selain itu, dia juga menyebut bahwa para terdakwa disangka melanggar primer pasal 2 ayat 1 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 juncto undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, subsidiair pasal 3 undang-undang Nomor 1 Tahun 1999 contoh undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam persidangan yang digelar pada Selasa, 20 Agustus 2019 lalu, Budi juga memaparkan hasil putusan majelis hakim. Dua di antaranya yakni menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda sebesar 50 juta rupiah dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan Pidana kurungan selama satu bulan. Membebankan kepada terdakwa Abdul Malik untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 214.327.950

Atas kasus itu, Budi memastikan bahwa Lapas kelas I Makassar akan menjadi tempat penahanan bagi terdakwa Abdul Malik.

“Terdakwa Abdul Malik selaku Kepala Sekolah MTs Muta’alim Moti dilakukan penahanan pada lembaga pemasyarakatan klas 1 Makassar,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Ambiyar! Bertajuk Si KATAN, KPU Bantaeng Gelar Peluncuran Pilkada 2024
Insiden Penembakan di Afghanistan, 3 Turis Spanyol Tewas
Klarifikasi Pelayanan Pasien RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng Dituding Tidak Profesional
Menuai Pujian Aktivis, 3 Pejabat Sulsel Ditengah Bencana Di Luwu
Civitas Akademika Unismuh Makassar Gelar Aksi Bela Palestina
Briptu AD Terduga Pelaku Penganiayaan Anak, Dalam Pengawasan Propam
Berikut Data Warga Meninggal Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Luwu
3.000 Warga di Kecamatan Latimojong Masih Terisolasi, Distribusi Bantuan Terkendala 

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 23:38 WITA

Rangkaikan Konsolidasi, DPW JOIN Sulsel Gelar Halal Bihalal

Senin, 17 Juni 2024 - 18:28 WITA

Pererat Tali Silaturahmi, Pj Bupati dan Pj TP PKK Open House Rujab Bantaeng

Senin, 17 Juni 2024 - 18:24 WITA

Pj Bupati Bantaeng Laksanakan Shalat Idul Adha bersama Ribuan Masyarakat di Mesjid Agung

Senin, 17 Juni 2024 - 12:46 WITA

Sholat Ied Adha di Mesjid Agung, PJ Bupati Jeneponto: Sikap Tauladan Ikhlas Berkorban

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:43 WITA

Ketersediaan Kantong Darah Menipis, PMI Jeneponto Gelar Donor Darah

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:07 WITA

Tingkatkan Hasil Pertanian, PJ Bupati Jeneponto Serahkan Bantuan Pompa Air

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:50 WITA

Resmikan Gedung Kanwil Kemenkumham Sulsel, Menkumham Tekankan ini! 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 08:11 WITA

Optimalkan JAMSOSTEK, Pj Bupati Bantaeng Tandatangani Nota Kesepakatan

Berita Terbaru