Busur Kader PBB Dikira Ada Embel-embel Politik, Kini Pelaku Jalani Sidang di Pengadilan

Editor : |

Kamis, 29 Agustus 2019 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTAENG – Tewasnya kader Partai Bulan Bintang (PBB), Sudirman akibat kena busur panah pada bulan Maret 2019 lalu, kini disidangkan.

Sidang terbuka dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar di Ruang Sidang Andi Mannapiang Pengadilan Negeri Bantaeng pada Kamis, 29 Agustus 2019, menghadirkan Heri, Arif, Yusril dan Irwan.

Di hadapan dengan majelis hakim, para terdakwa mengaku khilaf atas perbuatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya khilaf,” kata Arif, satu di antara keempat terdakwa yang duduk di meja hijau.

Dia juga mengaku, saat kejadian itu, busur yang dimilikinya diberikan kepada terdakwa Heri sebagai eksekutor untuk melesatkan kepada korban yang dikiranya adalah mata-mata.

“Tidak ada pikiran saat itu kalau itu mata-mata atau bukan, jadi langsung busur kasi Hery,” kata Arif, Kamis, 29 Agustus 2019.

Saat ditanya mengapa membawa busur, Arif mengaku setiap punya masalah busur miliknya selalu ditenteng ke mana-mana.

“Kalau tidak ada masalah baru ku simpan di rumah yang mulia,” sebutnya.

Diketahui insiden ini sempat heboh lantaran dianggap ada embel-embel politik. Sebab pembusuran itu terjadi pada musim Pemilu Serentak 2019 lalu.

Namun Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan memastikan insiden itu lantaran adanya rentetan kejadian sebelumnya. Dalam hal ini, kader PBB tersebut sebagai korban yang tidak tahu-menahu perkara, hingga harus tewas akibat busur panah bersarang di tubuhnya.

Awalnya pada tanggal 12 Maret 2019, kelompok tersangka melakukan penyerangan terhadap seorang siswa atas nama Taufik di SMA Negeri 3 Tompobulu yang dimotivasi karena dendam.

Saat itu juga terdakwa Yusril, Irwan, Arif dan Heri disalip oleh korban kader PBB, Sudirman dibonceng oleh Asri sedang menuju Kabupaten Bulukumba.

Karena mereka (pelaku) merasa dibuntuti oleh kelompok yang dianiaya di sekolah SMA Negeri 3 tadi. Sehingga anak panah pun dilesatkan ke tubuh korban.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Polres Bulukumba Musnahkan Barang Bukti Narkoba Perkara RJ.
Beli Sabu Via Instagram, Dua Pria di Bulukumba Diamankan Polisi
Soal Dana Hibah KONI, Zul Majjaga: Biarkan Kejari Bekerja, Supaya Proses yang Berbicara
Saling Ejek di Medsos Jadi Motif Penganiyaan Sadis di Bulukumba
Polisi di Bulukumba, Amankan 2 anggota Geng Motor Asal Bantaeng
Polisi Amankan Terduga Pelaku Penikaman di Pasar Tua
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencurian HP Dengan Berbagai Modus
Ungkap Kasus Curnak, Kapolres Bulukumba Gelar Konfrensi Pers
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 23:38 WITA

Rangkaikan Konsolidasi, DPW JOIN Sulsel Gelar Halal Bihalal

Senin, 17 Juni 2024 - 18:28 WITA

Pererat Tali Silaturahmi, Pj Bupati dan Pj TP PKK Open House Rujab Bantaeng

Senin, 17 Juni 2024 - 18:24 WITA

Pj Bupati Bantaeng Laksanakan Shalat Idul Adha bersama Ribuan Masyarakat di Mesjid Agung

Senin, 17 Juni 2024 - 12:46 WITA

Sholat Ied Adha di Mesjid Agung, PJ Bupati Jeneponto: Sikap Tauladan Ikhlas Berkorban

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:43 WITA

Ketersediaan Kantong Darah Menipis, PMI Jeneponto Gelar Donor Darah

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:07 WITA

Tingkatkan Hasil Pertanian, PJ Bupati Jeneponto Serahkan Bantuan Pompa Air

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:50 WITA

Resmikan Gedung Kanwil Kemenkumham Sulsel, Menkumham Tekankan ini! 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 08:11 WITA

Optimalkan JAMSOSTEK, Pj Bupati Bantaeng Tandatangani Nota Kesepakatan

Berita Terbaru