Gus Sholah Tutup Usia dan Duka Santri Tebuireng

Editor : |

Senin, 3 Februari 2020 - 00:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid.

Pengasuh PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid.

Jakarta – Tokoh penting Nahdlatul Ulama, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), tutup usia sekira pukul 20.55 WIB usai kritis menjalani perawatan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, Minggu, 2 Februari 2020.

Dari laman media sosial putra Gus Sholah, Irfan Wahid (Ipang Wahid), yang dipantau dari Jakarta, Minggu, memintakan permohonan maaf dari almarhum ayahnya jika ada kesalahan.

“Mohon dimaafkan seluruh kesalahan,” tulis Ipang di laman Facebook dan Twitternya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Sholah merupakan adik dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, itu mengalami sakit jantung.

Sebelumnya, santri Ponpes Tebu Ireng mendoakan kesembuhan Gus Sholah petang ini.

Usai shalat fardhu, para santri mengirimkan doa Al Fatihah untuk kesembuhan Gus Sholah.

Mundir Pembinaan Pesantren Tebu Ireng, Lukman Hakim, mengatakan Gus Sholah beberapa waktu terakhir ke luar masuk rumah sakit.

Gus Sholah, kata dia, hanya dirawat ketika mengalami penurunan kesehatan. Tokoh NU kelahiran 11 September 1942 itu meninggal di usia 77 tahun.

Duka santri Tebuireng Kehilangan Sosok KH Sholahuddin Wahid

Ribuan santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berduka dengan wafatnya pengasuh mereka yang juga tokoh nasional KH Sholahudin Wahid, Minggu malam.

“Tadi itu para santri diminta untuk istigatsah dan kataman (Kitab Suci Al-Quran) setelah Magrib, menyusul ada kabar Gus Sholah tadi kritis. Mendoakan untuk kesembuhan beliau. Baru dapat informasi sekitar jam 21.00 WIB beliau wafat,” kata Azwani, salah seorang pengurus PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, saat dihubungi lewat telepon seluler, Minggu malam.

Ia mengatakan, saat ini pengurus sedang persiapan untuk rencana pemakaman Gus Sholah (KH Sholahudin Wahid). Kabarnya, pemakaman akan dilakukan di area makam yang berada di kompleks pesantren, bersama dengan ayahandanya, KH Wahid Hasyim, kakeknya yakni KH Hasyim Asy’ari, kakaknya yang juga mantan Presiden yakni KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

“Untuk pemakaman memang dari keluarga, tapi informasinya dimakamkan di makam kompleks pondok, dekat dengan makam ayah dan kakeknya,” kata dia.

Untuk saat ini, ia mengatakan belum dilakukan persiapan khusus untuk pemakaman seperti penggalian makam. Dari pengurus pondok juga masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak keluarga.

Sementara itu, dengan wafatnya Gus Sholah, untuk santri juga belum dilakukan kegiatan tahlil bersama. Pengurus masih menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan penyambutan jenazah.

Ia mengatakan, para santri sangat berduka dengan wafatnya Gus Sholah.

Pengasuh PP Tebuireng, Kabupaten Jombang wafat setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Ia juga cucu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari wafat pada pukul 20.59 WIB.

Putra Gus Solah yakni Ipang Wahid dalam akun twiternya juga menuliskan keikhlasan doa untuk ayahandanya yang mengalami kritis. Ia berharap Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan dan kesabaran pada ayahandanya.

Sebelum kritis, Gus Solah juga sempat menjalani tindakan medis ablasi. Operasi itu dilakukan karena ada masalah pada selaput jantungnya.

Operasi dinyatakan sukses, bahkan Gus Sholah dibolehkan pulang. Namun, beberapa hari di rumah, tubuhnya kembali lemas, sehingga keluarga langsung membawanya kembali ke rumah sakit hingga kini. Ulama sepuh NU itu dirawat di rumah sakit sejak 31 Januari 2020. (ANTARA)

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Tingkatkan Pelayanan Ibu Bersalin, PKM Campagaloe Lahirkan Inovasi SASKIA PUBER
Pengusaha Kalimantan asal Bantaeng Ajak Warga Nipa-Nipa Dukung Ilham Azikin
Tanam Pohon Bersama Dandim 1410 Bantaeng, Kades Bonto Lojong: Hijaukan Lingkungan
Atlet Badminton Putri Bantaeng Juara O2SN SMA/MA Tingkat Sulsel
Pj. Bupati Andi Abubakar Hadiri Pertemuan Dengan Menteri PAN-RB
Lapas Berpartisipasi dalam Donor Darah di Kejari Bulukumba
82 Kepala Desa di Jeneponto Dijadwalkan Dikukuhkan, Ini Tanggal dan Tempatnya!
Sekjen LIDIK PRO Didampingi Ketua DPP Sulsel Serahkan SK Defenitif DPD Bulukumba

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:18 WITA

Tingkatkan Pelayanan Ibu Bersalin, PKM Campagaloe Lahirkan Inovasi SASKIA PUBER

Sabtu, 20 Juli 2024 - 12:47 WITA

Pengusaha Kalimantan asal Bantaeng Ajak Warga Nipa-Nipa Dukung Ilham Azikin

Jumat, 19 Juli 2024 - 22:41 WITA

Tanam Pohon Bersama Dandim 1410 Bantaeng, Kades Bonto Lojong: Hijaukan Lingkungan

Jumat, 19 Juli 2024 - 21:15 WITA

Atlet Badminton Putri Bantaeng Juara O2SN SMA/MA Tingkat Sulsel

Jumat, 19 Juli 2024 - 16:42 WITA

Pj. Bupati Andi Abubakar Hadiri Pertemuan Dengan Menteri PAN-RB

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:24 WITA

82 Kepala Desa di Jeneponto Dijadwalkan Dikukuhkan, Ini Tanggal dan Tempatnya!

Jumat, 19 Juli 2024 - 11:57 WITA

Sekjen LIDIK PRO Didampingi Ketua DPP Sulsel Serahkan SK Defenitif DPD Bulukumba

Jumat, 19 Juli 2024 - 11:52 WITA

Bawaslu Bantaeng Tingkatkan Kapasitas Pengawas Ad-Hoc Hadapi Pemilu 2024

Berita Terbaru

Nasional

Pj. Bupati Andi Abubakar Hadiri Pertemuan Dengan Menteri PAN-RB

Jumat, 19 Jul 2024 - 16:42 WITA