Warga Polman Dihajar Usai Diduga Nabrak Babi

Editor : |

Jumat, 28 Februari 2020 - 10:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi terjadinya amukan massa.

Lokasi terjadinya amukan massa.

Papua – Yus Yunus (25) warga Polewali Mandar yang merantau ke Papua tewas diamuk massa di Jalan Trans Nabire Paniai, Kabupaten Dogiyai, Minggu, 23 Februari. Dia tewas di depan personel polisi setempat.

Kakak korban, Hasriani (29) menyayangkan kejadian itu. Polisi yang berada di tempat kejadian tidak mampu menyelamatkan nyawa adiknya.

“Sangat disayangkan sekali di lokasi ada aparat kepolisian kenapa tidak berusaha mengamankan ini adekku kasian? Kenapa dibiarkan diamuk massa seperti itu. Dibiarkan adekku terbunuh di depan matanya,” katanya dilansir dari fajar.co.id, Rabu, 26 Februari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak keluarga Yus Yunus sangat kecewa dengan kepolisian setempat. Pasalnya, tidak mampu mengendalikan massa.

“Kalau dibilang memang merasa kewalahan karena banyak massa, kenapa mereka tidak minta bantuan di pos TNI di sekitar situ. Dibanding berdiri dengan santainya menenteng senjatanya baru tidak ada perlindungan saat adekku dimassa,” sesalnya.

Keluarga besarnya tidak terima atas kematian adiknya yang tewas diamuk massa di depan aparat kepolisian. Dia memastikan bakal menuntut keadilan usai peristiwa ini.

“Dari keluarga jelas kami tidak terima. Kalau bisa diusut tuntas, supaya kami dapat keadilan. Di videonya sangat nyata main hakim sendiri dan adekku tewas di depan aparat. Tanpa ada perlindungan,” katanya.

Dia berharap semua pihak, baik masyarakat yang main hakim sendiri dan aparat yang membiarkan nyawa adiknya melayang diproses hukum dengan adil.

“Akan kami tempuh semua jalannya supaya ini kasus cepat diusut,” katanya.

Dia menceritakan adiknya itu merantau sejak 2015 lalu. Di Nabire dia berprofesi sebagai sopir truk di sebuah perusahaan swasta.

Kadang mengangkut aspal panas untuk proyek jalan. Juga kadang mobilnya mengangkut bahan bangunan ke daerahpedalaman jika tidak ada proyek sedang dikerjakan perusahaannya.

“Kebetulan belum ada anak. Menikah empat tahun lalu, istrinya atas nama Mela Rahmawati,” jelasnya.

Dari informasi yang diterima Hasriani, adiknya sama sekali tidak bersalah dalam peristiwa itu. Yus saat itu arah perjalanan pulang dari pedalaman mengantar bahan bangunan bersama temannya.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Ikom Fisip UIT Gelar Dialog Bahas Etika Komunikasi di Era Digital
Keterlibatan Pemilih Pemula Penting untuk Pilkada Serentak 2024
Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional Polio, Begini Harapan Pj Bupati Bantaeng
Satukan Pemahaman, KPU Bantaeng Gelar Penyuluhan Produk Hukum
Pencanangan Pekan Imunisasi Polio di Jeneponto, PJ Bupati:Mari Sukseskan
Tambah 2 Tahun, Kades se Jeneponto Dikukuhkan Resmi Terima SK
Pemkab Bantaeng Salurkan Bantuan Sosial ATENSI
Lepas Peserta FASI ke-XII, Pj. Bupati Harap Peserta Beri yang Terbaik
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 19:54 WITA

Polda Sulsel Gelar FGD: Dorong Pilkada Serentak 2024 Damai dan Kondusif

Rabu, 24 Juli 2024 - 17:53 WITA

Ikom Fisip UIT Gelar Dialog Bahas Etika Komunikasi di Era Digital

Rabu, 24 Juli 2024 - 14:26 WITA

Keterlibatan Pemilih Pemula Penting untuk Pilkada Serentak 2024

Rabu, 24 Juli 2024 - 02:36 WITA

Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional Polio, Begini Harapan Pj Bupati Bantaeng

Rabu, 24 Juli 2024 - 02:00 WITA

Satukan Pemahaman, KPU Bantaeng Gelar Penyuluhan Produk Hukum

Selasa, 23 Juli 2024 - 13:56 WITA

Tambah 2 Tahun, Kades se Jeneponto Dikukuhkan Resmi Terima SK

Selasa, 23 Juli 2024 - 12:07 WITA

Pemkab Bantaeng Salurkan Bantuan Sosial ATENSI

Senin, 22 Juli 2024 - 23:38 WITA

Lepas Peserta FASI ke-XII, Pj. Bupati Harap Peserta Beri yang Terbaik

Berita Terbaru