Mahasiswa di Makassar “Keras” Menolak Omnibus Law: Kami Protes Negara

Editor : |

Jumat, 13 Maret 2020 - 22:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar — Aliansi Mahasiswa Makassar (Makar) kembali menggelar aksi demonstrasi di jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, pada pukul 15:00 sampai 18:00 Wita sore tadi, Jum’at, (13/3).

Nampak para pendemo beberapa kali menyandera mobil kontainer untuk dijadikannya sebagai panggung orasi. Dan, memutus arus lalu lintas yang begitu padat.

“Kami menutup jalan Urip karena ini sebagai wujud protes kami pada negara. Kami tidak ingin Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law disahkan, utamanya RUU Cipta Kerja itu,” tegas Saiful selaku Jenlap Aliansi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa yang akrab disapa Iful itu menegaskan bahwa Aliansi ini akan terus melakukan aksi penolakan pada regulasi yang tidak berpihak pada rakyat.

“Kami hadir di sini membawa kepentingan, yaitu kepentingan rakyat. Kami bukan bayaran, tapi kami bergerak atas kesadaran dan dorongan dari hasil pengkajian kami mengenai RUU ini, utamanya RUU Cipta Kerja yang termaktub dalam Omnibus Law,” tuturnya.

Menurutnya, omnibus law ini adalah satu masalah hukum yang kompleks untuk negara seperti Indonesia.

“Di Indonesia omnibus law tidak cocok diterapkan karena kebebasan dan hak demokratik bagi rakyat itu direnggut oleh RUU ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, kata Iful, bukan hanya mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) namun juga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar, STMIK Akba, STMIK Dipanegara, Universitas Pejuang RI, Universitas Atma Jaya, Universitas Fajar (UNIFA), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS), yang sama-sama menolak.

“Dalam kesempatan ini kami mahasiswa Indonesia menolak keras sistem hukum yang bernama omnibus law ini, karena untuk Indonesia omnibus law hancur sejak dalam pikiran,” tutur Ahmad Aidil Fahri dalam orasinya selaku Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Alaudin Makassar.

Bersamaa, dengan Aliansi yang sama, aksi juga terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, oleh mahasiswa UNHAS terkait penolakannya terhadap omnibus law yang dianggapnya mala petaka bagi rakyat Indonesia.(*)

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Kerabat AssibantukIA Janji Menangkan Ilham Azikin di TPS
Kantongi Tiket Parpol, Pasangan “PASMI” Siap Mendaftar di KPU Jeneponto
Rembuk Stunting Didesa Karelayu, Camat Tamalatea – Kapus Apresiasi Progam
Pertamakali Ikuti Kejurda Petanque Sulsel, ini Harapan Atlet Maros Usai Sabet Medali
15 Petani Muda Bantaeng Terima Hibah Kompetitif 430 Juta dari YESS Programme
Dorong Wirausaha Muda Bantaeng, YESS PROGRAMME Gelar Open Day 2024
Dorong Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel, KPU Bantaeng Gelar Bimtek 
Hari Kesadaran Nasional, ASN Bantaeng Diharapkan Dapat Kedepankan Netralitas

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:00 WITA

Kerabat AssibantukIA Janji Menangkan Ilham Azikin di TPS

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:47 WITA

Kantongi Tiket Parpol, Pasangan “PASMI” Siap Mendaftar di KPU Jeneponto

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:27 WITA

Rembuk Stunting Didesa Karelayu, Camat Tamalatea – Kapus Apresiasi Progam

Rabu, 17 Juli 2024 - 23:07 WITA

Pertamakali Ikuti Kejurda Petanque Sulsel, ini Harapan Atlet Maros Usai Sabet Medali

Rabu, 17 Juli 2024 - 20:52 WITA

15 Petani Muda Bantaeng Terima Hibah Kompetitif 430 Juta dari YESS Programme

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:09 WITA

Dorong Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel, KPU Bantaeng Gelar Bimtek 

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:33 WITA

Hari Kesadaran Nasional, ASN Bantaeng Diharapkan Dapat Kedepankan Netralitas

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:08 WITA

Kakek Lansia Pelaku Rudapaksa Anak Dibawah Umur Diamankan Polisi

Berita Terbaru

News

Kerabat AssibantukIA Janji Menangkan Ilham Azikin di TPS

Kamis, 18 Jul 2024 - 17:00 WITA

Ekonomi dan Bisnis

15 Petani Muda Bantaeng Terima Hibah Kompetitif 430 Juta dari YESS Programme

Rabu, 17 Jul 2024 - 20:52 WITA