Aksi FPR Sulsel Angkat Berbagai Kasus DO dan Skorsing Mahasiswa

Editor : |

Senin, 16 Maret 2020 - 11:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan (FPR Sulsel) kembali menggelar aksi di depan kampus Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (Stmik) Akba, Jalan Perintis Kemerdekaan VII, Makassar, Senin, (16/3).

Aksi yang berlangsung selama lebih satu jam itu menyoroti sikap kampus Stmik Akba yang men-Droup Out (DO) 11 mahasiswanya akibar protes kebijakan pimpinan kampus.

Selain melakukan orasi ilmiah secara bergiliran, mereka juga membentangkan spanduk, dan  aksi teatrikal yang menggambarkan kondisi darurat demokrasi kampus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami di DO secara sepihak oleh kampus tanpa memberikan ruang pembelaan terhadap kami, SK DO dikeluarkan tanpa proses mekanisme Komisi Etik, jelas keputusan tersebut sangatlah tidak mendasar dan tidak dapat didiamkan saja,” ujar Fatur salah satu mahasiswa yang di-DO dalam orasinya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Misbah bahwa kebijakan kampus mengeluarkan SK DO kepada 11 mahasiswa Stmik Akba cerminan watak fasisme birokrasi kampus. Hal ini menurutnya menyalahi prinsip penyelenggaran dan bertentangan dengan semangat utama Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Menyampaikan pendapat di muka umum telah dijamin oleh konstitusi, kampus haruslah menghargai karena itu merupakan hak asasi yang melekat pada diri manusia,” terang Misbah.

“Menggelar aksi mengkritisi kebijakan kampus bukanlah hal ilegal, dan sikap anti kritik birokrasi kampus dengan mengeluarkan SK DO kepada 11 mahasiswa jelas bukanlah sebuah solusi,” tambahnya.

Diketahui, mengenai status 11 mahasiswa, 6 di antaranya telah mengurus surat pindah ke kampus Stmik Handayani. Sementara 5 lainnya tetap terus mengupayakan pencabutan SK DO.

“Sesegara mungkin kami akan ajukan gugatan ke PTUN, karena sejauh ini kami melihat kinerja dari LLDIKTI Wilayah 9 dan Ombudsman perwakilan Sulsel tidak serius menangani masalah kami,” keluh Misbah.

Dalam aksi kali ini, massa aksi juga turut menyuarakan soal kasus kekerasan akademik yang marak terjadi di Sulawesi Selatan. Seperti kasus DO 2 mahasiswa IAIM Sinjai, 29 mahasiswa UKI Paulus Makassar, dan 22 mahasiswa Universitas Cokrominoto Palopo.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

STIE Wira Bhakti Makassar Pilih Bantaeng sebagai Lokus Penelitian Wanita Disabilitas
Hadiri Evaluasi Kinerja Triwulan III, Pj. Bupati Andi Abubakar Paparkan Progres Penurunan Stunting
Gandeng JOIN, Karang Taruna Desa Bonto Daeng Bakal Gelar Turnamen Sepak Bola
DS COMMUNITY Telkomsel Berkunjung Ke Sekretariat JOIN SulSel, Ternyata Ini Tujuannya!
Peduli Lingkungan Sehat, Lurah Apala Bone Lakukan Jum’at Bersih
Pemdes Bonto Daeng Alokasikan Beasiswa Prestasi, Kadis PMD Bantaeng: Tetap Warning
Jelang Pelantikan Caleg Terpilih 2024, ini Instruksi KPU Bantaeng
Hasil Bimtek, RB Bantaeng Tahun ini Target Lembaga UKM

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:22 WITA

STIE Wira Bhakti Makassar Pilih Bantaeng sebagai Lokus Penelitian Wanita Disabilitas

Jumat, 12 Juli 2024 - 20:43 WITA

Hadiri Evaluasi Kinerja Triwulan III, Pj. Bupati Andi Abubakar Paparkan Progres Penurunan Stunting

Jumat, 12 Juli 2024 - 18:43 WITA

Gandeng JOIN, Karang Taruna Desa Bonto Daeng Bakal Gelar Turnamen Sepak Bola

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:15 WITA

DS COMMUNITY Telkomsel Berkunjung Ke Sekretariat JOIN SulSel, Ternyata Ini Tujuannya!

Jumat, 12 Juli 2024 - 08:33 WITA

Peduli Lingkungan Sehat, Lurah Apala Bone Lakukan Jum’at Bersih

Kamis, 11 Juli 2024 - 17:09 WITA

Jelang Pelantikan Caleg Terpilih 2024, ini Instruksi KPU Bantaeng

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:46 WITA

Hasil Bimtek, RB Bantaeng Tahun ini Target Lembaga UKM

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:14 WITA

Program Gratis Seragam Sekolah Masih Ditunggu Orang Tua Murid

Berita Terbaru