Cadangan Beras di Sulsel Jika Lockdown Berlaku

Rapat koordinasi soal ketersediaan pangan jika diberlakukan lockdown di Sulsel.

MAKASSAR – Dinas Sosial Sulsel dan Bulog lakukan rapat koordinasi soal ketersediaan pangan keluarga miskin. Sekaligus membicarakan langkah antisipasi jangka pendek dan jangka panjang.

Jangka pendek untuk mengcover warga yang terdampak langsung kebijakan social distancing, sementara jangka panjang untuk mempersiapkan jika nantinya Status tanggap darurat diberlakukan di Sulsel.

Advertisements

“Dinsos akan segera mengkoordinasikan kepada Dinsos Kabupaten/Kota khususnya data base keluarga diluar bantuan sosial reguler untuk cover keluarga miskin di Sulsel,” ungkap Kepala Dinas Sosial, Agustinus Appang di Ruang Rapat Dinas Sosial, Selasa (24/3/2020).

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar mengungkapkan bahwa kebutuhan beras untuk Sulsel cukup 3 bulan kedepan.

Advertisements

“Stok beras Bulog di Sulselbar cukup untuk memenuhi kebutuhan beras Sulsel 3 Bulan kedepan,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Eko Pranoto.

Diketahui bulan depan sudah musim panen, diharapkan mampu menambah stok beras di Sulsel.

Cadangan beras Pemerintah pun terbilang besar, yang akan di salurkan melalui Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota.

“Ada pun jatah CBP (cadangan beras pemerintah) untuk Provinsi 200 ton, untuk Kabupaten/Kota masing-masing 100 ton, stok tersedia standby di gudang Bulog,” sambungnya.

Proses penyalurannya berdasarkan permintaan daerah yang mengacu pada Permensos No. 22 tahun 2019.

Pemenuhan permintaan oleh Gubernur, Bupati, Walikota didasarkan status tanggap darurat yang ditetapkan oleh masing-masing pimpinan daerah berdasarkan hasil kajian gugus tugas penanggulangan bencana daerah (BNPBD).

Terpisah, Wagub Sulsel yang terus memantau koordinasi penanganan covid 19, mengatakan bawah rakor dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebijakan slow down aktivitas masyarakat karena covid19.

Khususnya usaha kecil dan fakir miskin, juga untuk menjaga stok beras dan sembako.

“Ada banyak keluarga menurun bahkan kehilangan penghasilan sehari-hari akibat pengaruh langsung kebijakan social distancing, aktivitas transaksi ekonomi menurun dan tentunya banyak keluarga terdampak, ini harus menjadi perhatian khusus,” Imbuh Andi Sudirman Sulaiman.