Mengurus Sertifikat Tanah, Mahasiswa: Hati-hati Pungli

Editor : |

Rabu, 8 April 2020 - 06:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muh Anugrah (baju putih).

Muh Anugrah (baju putih).

GOWA—Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan bagian dari program Nawacita Presiden Joko Widodo yang sementara berjalan dan ditargetkan akan rampung di tahun 2025 mendatang.

Di tahun 2020 ini pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) menargetkan akan merampungkan 10 juta sertifikat tanah melalui PTSL.

Salah satu Pemuda asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Muh Anugrah menuturkan bahwa dia sangat memuji adanya program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dimana hadir sebagai sebuah upaya atau langkah pemerintah untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi pemilik tanah yang sebelumnya belum memiliki sertifikat tanah sebagai sebuah alas hak kepemilikan tanah,” kata dia yang juga merupakan semester akhir di Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar (UINAM).

Namun dengan hadirnya program itu, kata dia, bukan berarti kita sebagai warga negara khususnya di Sulawesi Selatan lengah terhadap proses pelaksanaan program tersebut.

“Utamanya pada beberapa tahapan, yakni penyuluhan, pendataan, pengukuran, dan pengumuman hingga pengesahan, sampai sampai pada tahap penerbitan sertifikat tersebut,” tuturnya.

Namun Anugrah khawatir dengan potensi Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan panitia pelaksana.

“Hati-hati Punglinya besar,” tegasnya, Rabu, (8/4).

Lebih lanjut dia menjelaskan, besaran biaya yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri, yakni Menteri ATR/ BPN, Mendagri, Menteri Desa Pembanguan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sedangkan wilayah Sulawesi Selatan berada pada kategori tiga, yakni sebesar 250 ribu rupiah.

“Biaya tersebut dibebankan kepada masyarakat dan diperuntukkan untuk biaya penggandaan dokumen pendukung, biaya pengangkutan dan pemasangan patok serta transportasi petugas desa atau kelurahan dalam rangka perbaikan dokumen yang diperlukan,” ungkapnya.

Maka tidak ada alasan bagi pihak pelaksana program membebankan kepada masyarakat melebihi biaya yang telah ditetapkan, kunci Anugrah. (*)

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Kerabat AssibantukIA Janji Menangkan Ilham Azikin di TPS
Kantongi Tiket Parpol, Pasangan “PASMI” Siap Mendaftar di KPU Jeneponto
Rembuk Stunting Didesa Karelayu, Camat Tamalatea – Kapus Apresiasi Progam
Pertamakali Ikuti Kejurda Petanque Sulsel, ini Harapan Atlet Maros Usai Sabet Medali
15 Petani Muda Bantaeng Terima Hibah Kompetitif 430 Juta dari YESS Programme
Dorong Wirausaha Muda Bantaeng, YESS PROGRAMME Gelar Open Day 2024
Dorong Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel, KPU Bantaeng Gelar Bimtek 
Hari Kesadaran Nasional, ASN Bantaeng Diharapkan Dapat Kedepankan Netralitas

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:00 WITA

Kerabat AssibantukIA Janji Menangkan Ilham Azikin di TPS

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:47 WITA

Kantongi Tiket Parpol, Pasangan “PASMI” Siap Mendaftar di KPU Jeneponto

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:27 WITA

Rembuk Stunting Didesa Karelayu, Camat Tamalatea – Kapus Apresiasi Progam

Rabu, 17 Juli 2024 - 23:07 WITA

Pertamakali Ikuti Kejurda Petanque Sulsel, ini Harapan Atlet Maros Usai Sabet Medali

Rabu, 17 Juli 2024 - 20:52 WITA

15 Petani Muda Bantaeng Terima Hibah Kompetitif 430 Juta dari YESS Programme

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:09 WITA

Dorong Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel, KPU Bantaeng Gelar Bimtek 

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:33 WITA

Hari Kesadaran Nasional, ASN Bantaeng Diharapkan Dapat Kedepankan Netralitas

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:08 WITA

Kakek Lansia Pelaku Rudapaksa Anak Dibawah Umur Diamankan Polisi

Berita Terbaru

News

Kerabat AssibantukIA Janji Menangkan Ilham Azikin di TPS

Kamis, 18 Jul 2024 - 17:00 WITA

Ekonomi dan Bisnis

15 Petani Muda Bantaeng Terima Hibah Kompetitif 430 Juta dari YESS Programme

Rabu, 17 Jul 2024 - 20:52 WITA