KAM kembali Bersuara soal Proyek Diduga Asal-asalan

Editor : |

Selasa, 28 April 2020 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Koalisi Aktivis Makassar, Rais memegang megaphone.

Koordinator Koalisi Aktivis Makassar, Rais memegang megaphone.

Takalar – Koalisi Aktivis Makassar atau KAM kembali angkat suara terkait dugaan proyek asal jadi yang dikerjakan PT Jeniffer Putra Mandiri (JPM) tahun anggaran 2019.

Proyek beton yang hancur dan berdebu ini, dikerjakan di beberapa ruas jalan Kabupaten Takalar. Diketahui proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 18 miliar.

Bahkan proyek ini telah masuk di meja penyidik tim Tipikor Polres Takalar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait Mega Proyek 18 Miliar yang telah menimbulkan penderitaan kepada rakyat Bulukunyi dan sekitarnya, maka kami dari Koalisi Aktivis Makassar, mendesak dan meminta kepada pihak aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Takalar, agar melakukan pemeriksaan secara jelih untuk dapat mengadili sesuai hukum yang berlaku kepada pihak terlibat terkait pekerjaan betonisasi itu,” tegas Koordinator KAM, Rais kepada Publikasi Online, Selasa (28/4/2020).

Dia menduga pemangku kepentingan dalam proyek betonisasi itu ada unsur korupsi. Dia menyebut, pekerjaan yang rampung belum genap setahun itu rusak. Patut dicurigai pengerjaannya pun asal-asalan.

“Plt Kadis PUPR, PPK, Konsultan, Kabid Bina marga dan rekanan. Kami duga keras ada permainan dan kongkalikong yang secara dengan sengaja untuk merugikan uang negara, karena pekerjaan yang belum cukup satu tahun dan rusak parah itu dinilai dikerjakan asal asalan tanpa melalui prosedur dan mekanisme suatu proyek dalam perjanjian kontrak,” bebernya.

Rais yang juga selaku pelapor atas kasus dugaan korupsi itu berjanji bakal mengawal terus proyek miliaran rupiah tersebut.

Dia meminta agar penegak hukum mengadili sesuai hukum yang berlaku.

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Huadi Group – Yayasan Melatis Kompak Dampingi Warga Bantaeng
Kolaborasi Wahdah Islamiyah dan Klinik Assyfah, BAZNAS Bulukumba Gelar Khitanan Massal 
Peduli Lingkungan Sehat, Lurah Apala Bone Lakukan Jum’at Bersih
Program Gratis Seragam Sekolah Masih Ditunggu Orang Tua Murid
Ikuti Pelatihan Media, Panwaslu Ulu Ere Bantaeng: Lawan Informan Tak Bertanggungjawab
Lewat PJ Gubernur Sulsel, Junaedi Bakri Harapkan Pasar Karisa Jeneponto Segera di Bangun 
Puluhan Warga Baruga Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis Huadi Group
Ramah Tamah Perhiptani, Spirit Kebersamaan Diharapkan Membangun Pertanian
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 23:36 WITA

Diduga Cemarkan Nama Baik, Owner Dwiaffor Diaporkan Ke Polisi

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:06 WITA

BREAKING NEWS: Kejari Tetapkan Tersangka Tiga Pimpinan dan Sekwan DPRD Bantaeng

Selasa, 16 Juli 2024 - 15:31 WITA

Inovasi Jedar Saskia PKM Pa’bentengang, Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Bantaeng

Senin, 15 Juli 2024 - 18:33 WITA

Warga Kampung Bangkulawang Minta Ilham Azikin Kembali Pimpin Bantaeng

Senin, 15 Juli 2024 - 18:00 WITA

Presentasi PKRI 2024, Inovasi RAJA SMILE Bantaeng Paparkan Keunggulan Layanan Kesehatan

Minggu, 14 Juli 2024 - 20:32 WITA

KNPI Sinjai Selatan Bakal Gelar Turnamen Sepak Bola, Ini Jadwal Pendaftarannya!

Minggu, 14 Juli 2024 - 18:16 WITA

PLN Apresiasi Huadi Group Atas Kontribusi Ekonomi Nasional dan Lokal

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:28 WITA

Kolaborasi Wahdah Islamiyah dan Klinik Assyfah, BAZNAS Bulukumba Gelar Khitanan Massal 

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Diduga Cemarkan Nama Baik, Owner Dwiaffor Diaporkan Ke Polisi

Selasa, 16 Jul 2024 - 23:36 WITA