Polres Bantaeng Ungkap Pelaku Mucikari Prostitusi Online

PDAM MAKASSAR

BANTAENG – Polres Bantaeng berhasil mengngkap pelaku prostitusi Online di Bantaeng. Dua pelaku tersebut merupakan mucikari bernisial AA (26) dan S (26). Hal ini dijelaskan Kapolres Bantaeng AKBP Rachmat Sumekar S.Ik, M.Si saat Press Reles di Mapolres Bantaeng, Kamis 01 April 2021.

“Jadi kemarin kita amankan dua pelaku mucikari, di salah satu hotel yang ada di Bantaeng. Modusnya mereka itu menggunakan aplikasi,dan salah satu pelaku menawarkan diri sendiri,” Ujar Rachmat.

Rachmat juga menyebutkan bahwa pelaku 2 orang diamankan anggota melakukan penyamaran untuk berpura-pura ingin transaksi.

Pada saat diserahkan, kemudian anggota menangkap perempuan tersebut dan di bawah menangkap mucikari yang 2 orang kemudian wanita

“Modus nya dua wanita ini setelah sebelumnya berkomunikasi untuk janjian transaksi di Hotel dengan tarif Rp1.000.000,” Beber Racmat

Lebih lanjut kata Rachmat, pelaku prostitusi yang dua orang sudah ditetapkan menjadi tersangka sejak kemarin.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa satu orang lainnya yang turut diamankan, yaitu perempuan penjaja yang sedang menunggu di dalam kamar salah satu hotel di Bantaeng.

“Jadi, total yang diamankan berjumlah tiga orang. Dua mucikari, satu lainnya perempuan penjaja seks komersial,” paparnya.

Diuraikan Kapolres, perempuan yang dijajakan berinisial HS (40), merupakan warga Kabupaten Gowa. Sementara tarif yang ditawarkan persatu kali transaksi, lanjut Kapolres, sebesar Rp 1,9 juta.

“Tarifnya Rp 1 juta 900 ribu saat melakukan transaksi,” terangnya.

Dikemukakan Kapolres, ketiganya beroperasi di tiga daerah, yaitu, Jeneponto, Bulukumba, Bantaeng. Mucikari ini menggunakan salah satu aplikasi online pada saat menawarkan jasa kepada laki-laki hidung belang.

Dari penangkapan ini, polisi menyita empat unit HP, uang Rp 2.250.000. Mucikari tersebut, kata Kapolres, melanggar pasal 506 KUHP tentang prostitusi dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun. (*)

DINKES BTG

Bagaimana Tanggapan Anda?


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA