Kurang Pasokan Air Jadi Penyebab Pemadam Bergilir PLN

Editor : |

Rabu, 29 November 2023 - 22:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) mengakui pemadaman bergilir listrik diakibatkan kurangnya pasokan air dan kekeringan ekstrem yang terjadi di beberapa daerah tertentu di Sulawesi Selatan (Susel).

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif mengaku, PT PLN (Persero) sudah melakukan berbagai upaya untuk terus meningkatkan pasokan listrik sehubungan dengan kondisi kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

PLN terpaksa melakukan manajemen beban akibat cuaca ekstrim, khususnya panas yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kondisi debit air yang menjadi sumber utama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) turun drastis dan mengakibatkan berkurangnya pasokan listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beberapa hari terakhir, hujan telah turun namun belum bisa sepenuhnya memulihkan pasokan bagi PLTA. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga masih terus dilakukan, khususnya di daerah tangkapan air di sekitar lokasi PLTA,” jelasnya saat dihubungi melalui whatsappnya, Minggu 26 November 2023.
Menurut dia, sistem kelistrikan Sulbagsel sangat bergantung pada sumber listrik dari PLTA, yaitu sebesar 33 persen dari total pasokan listrik. Di sisi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimaksimalkan produksinya secara terus menerus juga perlu menjalani maintenance (Pemeliharaan) sehingga manajemen beban harus dilakukan.

“PLN terus mengupayakan penambahan pembangkit dan mengoptimalkan sistem interkoneksi sistem kelistrikan Sulbagsel yang terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan sehingga bisa saling menopang,” urainya.

Diketahui, saat ini penambahan pembangkit yang  sudah sinkron adalah sebesar 30 MW.  Kemudian akan masuk lagi tambahan 50 MW pada akhir Desember 2023. PLN juga sedang lakukan percepatan penambahan pembangkit Inter Temporary Capacity di Punagaya sebesar 200 MW yang ditargetkan masuk sistem pada Maret 2024.
“PLN memohon maaf terkait manajemen beban yang dilakukan, dan kami berharap masyarakat bersedia bahu membahu dengan menurunkan penggunaan pemakaian listrik sehari-hari, sambil menunggu pemulihan sistem kelistrikan,” harapnya.

Dampak kekurangan pasokan listrik dirasakan juga pabrik smelter yang beroperasi di wilayah Sulselrabar. Tak sedikit pihak smelter harus mengurangi produksinya demi memenuhi kebutuhan pasokan listrik masyarakat umum.

Diketahui, perusahaan pabrik smelter yang merasakan langsung dampaknya smelter Huadi Nickel Alloy Indonesia berserta groupnya dan pabrik smelter oleh PT Bumi Mineral Sulawesi (PT BMS).
“Untuk mengurangi dampak dan durasi padam, PLN mohon dukungan masyarakat untuk sementara waktu ini agar bersama-sama mengurngi pemakaian listriknya sekitar 30 persen selama masa pemulihan pembangkit,” pungkasnya.

Menurut Manajer PLN Bantaeng, Bustamin, fenomena alam el nino berimbas pada turunnya pasokan pembangkit-pembangkit listrik, seperti PLTA dan PLTB.

“Dengan adanya EL Nino, PLTA yang tadinya mampu 850 MW (Mega Watt) kini hanya bisa (kurang lebih) 150 MW. dan di PLTB normalnya bisa suplai 140 MW itu turun hanya bisa 50 MW,” kata Bustamin di kantor PLN UP3 Bantaeng, Senin (27/11/2023).

Selain itu, penggunaan listrik di industri besar, kata Bustamin, jaringan transmisi berbeda dengan jaringan untuk disuplai ke warga.

“Kalau yang kawasan industri itu kan tegangan tinggi. Jaringannya pun itu beda, bukan yang tiang tiga kabel itu, yang biasa di pinggir jalan, tapi pakai jaringan langsung SUTT yang tinggi itu, yang tower itu, jadi langsung dari gardu induk,” jelasnya.

Sementara itu, Manajemen Produksi PT. Huadi Nickel – Alloy Indonesia, Fuad Ismail menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah mengurangi aktivitas produksi akibat kurangnya pasokan listrik.

“Beberapa bulan terakhir kami sudah mengurangi aktivitas produksi di dalam (Smelter Huadi),” kata Fuad saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu 26 November 2023.

Ia mengaku, sejauh ini 40 persen aktivitas produksi  sementara walaupun dari PLN meminta semua pelanggan mengurangi sekitar 30 persen, sembari menunggu daya listrik kembali normal.

“Kami mengurangi pemakaian daya listrik, supaya bisa mengurangi pemadaman bergilir listrik. Produksi kami turunkan hingga kapasitas yang terpakai adalah 60 persen dari yang terpasang,” tuturnya.

Pihaknya memang sudah mengurangi daya listrik berdasarkan permintaan PLN sampai kondisi pasokan listrik  kembali normal.

“Kita semua berharap kondisi ini dapat segera diatasi, tetapi yang kami harapkan mitigasi dari PLN untuk produksi selanjutnya dapat dilakukan karena jika keadaan ini terjadi lagi yang akan merasakan dampaknya adalah seluruh pelanggan,” tutupnya. []

Facebook Comments Box

Editor :

Berita Terkait

Kolaborasi Wahdah Islamiyah dan Klinik Assyfah, BAZNAS Bulukumba Gelar Khitanan Massal 
Peduli Lingkungan Sehat, Lurah Apala Bone Lakukan Jum’at Bersih
Program Gratis Seragam Sekolah Masih Ditunggu Orang Tua Murid
Ikuti Pelatihan Media, Panwaslu Ulu Ere Bantaeng: Lawan Informan Tak Bertanggungjawab
Lewat PJ Gubernur Sulsel, Junaedi Bakri Harapkan Pasar Karisa Jeneponto Segera di Bangun 
Puluhan Warga Baruga Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis Huadi Group
Ramah Tamah Perhiptani, Spirit Kebersamaan Diharapkan Membangun Pertanian
Pemkab Bantaeng Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2023
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 20:32 WITA

KNPI Sinjai Selatan Bakal Gelar Turnamen Sepak Bola, Ini Jadwal Pendaftarannya!

Minggu, 14 Juli 2024 - 18:16 WITA

PLN Apresiasi Huadi Group Atas Kontribusi Ekonomi Nasional dan Lokal

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:28 WITA

Kolaborasi Wahdah Islamiyah dan Klinik Assyfah, BAZNAS Bulukumba Gelar Khitanan Massal 

Minggu, 14 Juli 2024 - 08:01 WITA

Di Bulukumba, Sekdisdik A. Ibrahim Berbagi Jum’at Berkah Kepada Siswa Baru

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:22 WITA

STIE Wira Bhakti Makassar Pilih Bantaeng sebagai Lokus Penelitian Wanita Disabilitas

Jumat, 12 Juli 2024 - 18:43 WITA

Gandeng JOIN, Karang Taruna Desa Bonto Daeng Bakal Gelar Turnamen Sepak Bola

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:15 WITA

DS COMMUNITY Telkomsel Berkunjung Ke Sekretariat JOIN SulSel, Ternyata Ini Tujuannya!

Jumat, 12 Juli 2024 - 08:33 WITA

Peduli Lingkungan Sehat, Lurah Apala Bone Lakukan Jum’at Bersih

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisnis

PLN Apresiasi Huadi Group Atas Kontribusi Ekonomi Nasional dan Lokal

Minggu, 14 Jul 2024 - 18:16 WITA