Mengenal Gercep, Layanan Jasa Bantaeng bisa Antar-Jemput hingga Belanja Kebutuhan

Rahman Haris dan Ummul Masyitha selaku perintis Gercep, layanan jasa di Kabupaten Bantaeng.

Bantaeng, PUBLIKASIONLINE.ID – Di era perkembangan industri 4.0 menuntut para pelaku bisnis untuk terus berupaya mengikuti trend perubahan mengarah ke digitalisasi. Pantas saja banyak pelaku bisnis yang menjajakan jasanya dengan metode pemasaran online alias dalam jaringan (daring).

Fenomena merebaknya layanan jasa daring ini, mulai dari antar jemput selayaknya ojek, pesan antar makanan yang menyerupai cathering, hingga jasa titip barang seperti tukang pos kini dalam satu aplikasi, memudahkan konsumen untuk memilih kebutuhan mereka masing-masing.

Dalam skala nasional, layanan seperti ini sudah ada sejak beberapa tahun terakhir, sebut saja Uber, Go-Jek, atau mungkin Grab. Mungkin saja ketiga raksasa ini menjadi kiblat hadirnya sejumlah layanan serupa di daerah-daerah.

Seperti yang ada di Kabupaten Bantaeng. Nama layanan jasa ini adalah Gercep. Gercep sendiri adalah akronim Gerak cepat.

Gercep merupakan layanan yang menyediakan banyak kemudahan bagi kebutuhan anda seperti antar jemput barang, paket, makanan, dokumen, bayar tagihan, ojek online.

Bahkan layanan ini bisa anda manfaatkan juga jika anda sedang mager alias malas gerak untuk belanja. Tinggal hubungi kontaknya di WA 082195731133 atau 085241111554. Maka fasilitas berbelanja sudah ada di tangan anda tanpa berjalan ke supermarket, minimarket atau pasar.

“Kami berupaya memberikan layanan yang lebih cepat dan lebih memuaskan,” kata Ummul Masyitha selaku Co-Founder Gercep.

Gercep memang terbilang baru melakoni layanan berbasis online ini. Tetapi hal itu tidak menyurutkan tekad Rahman Haris dan Ummul Masyitha dalam membangun rintisan mereka.

Sebenarnya Gercep baru beroperasi sejak dua minggu lalu atau sekitar pertengahan Oktober 2019. Namun orderan Gercep terbilang cukup memuaskan.

Setidaknya dalam sehari Gercep mampu menyelesaikan 50 hingga 70 orderan. Hal itu diutarakan Ummul dalam pesan WhatsApp saat ditanya soal jumlah orderan per hari.

“Waktu operasional kita kan mulai jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Orderan perhari 50 sampai 70,” kata Sita, sapaan akrabnya.

Biasanya pengorder paling sering didapati layanan yang telah memiliki personil sebanyak enam orang kurir ini, pada jam 7 pagi hingga jam 2 siang dan jam 4 sore sampai jam 9 malam.

Untuk layanan satu ini, meski terbilang baru menjajaki, namun para Founder mencoba untuk menjajaki layanan yang berbasis aplikasi sendiri. Mereka berkeinginan untuk melangkah lebih jauh lagi.

“Semoga bisa memberikan layanan terbaik dan tercepat untuk user. Aplikasi nya sudah tahap pembuatan,” pungkasnya.